Genjot Ekonomi Desa, Pemprov Kalteng Percepat Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di 2026
PALANGKA RAYA ,inovasipublik– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tengah memacu pembangunan fisik gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Langkah strategis ini bertujuan menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal sekaligus penyalur bantuan sosial bagi masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng, Herson B. Aden, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung atas Instruksi Presiden RI. Meskipun sebagian besar koperasi telah memiliki legalitas hukum, banyak yang belum bisa beroperasi karena keterbatasan sarana pendukung.
“Gubernur Kalteng menaruh harapan besar agar koperasi benar-benar menjadi pengungkit ekonomi desa. Kita harus mengejar keterbatasan gerai dan gudang agar operasional segera berjalan,” tegas Herson saat membuka Rapat Temu Mitra Koperasi Merah Putih Tahun 2026 di Palangka Raya.
Melalui program Huma Betang Sejahtera, Pemprov Kalteng menargetkan minimal 50 koperasi aktif pada tahun 2026. Setiap koperasi yang terpilih akan menerima bantuan stimulus bergulir sebesar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Ke depan, koperasi ini akan berfungsi sebagai titik transaksi kartu Huma Betang Sejahtera guna memangkas rantai distribusi bantuan.
Namun, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Kalteng, Rahmawati, melaporkan bahwa progres fisik di lapangan masih tergolong lambat. Dari target 205 unit gerai yang dikerjakan bersama jajaran Kodam, baru sekitar 40 persen yang terealisasi.
“Kendala utama adalah persoalan lahan, legalitas kepemilikan, dan sinkronisasi data antara dinas di kabupaten/kota dengan jajaran Kodim. Ini harus diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah hukum,” jelas Rahmawati.
Selain masalah bangunan, sejumlah desa masih menghadapi tantangan akses listrik, air bersih, hingga internet. Sebagai solusi, Pemprov Kalteng akan mengalokasikan dukungan internet satelit di sejumlah titik prioritas pada tahun 2026. Herson juga mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mempermudah pemanfaatan aset daerah melalui skema pinjam pakai atau hibah lahan bagi koperasi.

Rapat ini turut dihadiri oleh perwakilan Kodam XII/Tanjungpura, pimpinan BUMN PT Agrinas, serta perwakilan perbankan seperti BRI, BNI, dan Bank Kalteng guna memperkuat ekosistem permodalan koperasi di daerah.(red/inovasipublik/MMCKalteng)

