Bupati Heriyus Tegaskan Pemkab Mura Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Bupati Heriyus Tegaskan Pemkab Mura Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
PURUK CAHU-Pemkab Mura dan perusahaan pemegang HGU mengikuti rapat koordinasi dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla Tahun 2026 melalui Zoom Meeting dari Aula A Kantor Bupati setempat, Senin (07/09/2026).(foto:diskominfoSP mura)

PURUK CAHU,Inovasipublik.com- Bupati Murung Raya (Mura) Heriyus menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui sinergi pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU).

Dalam rakor disampaikan Heriyus, pemerintah pusat memperkuat operasi darat di sejumlah Provinsi prioritas.

“Secara nasional disiapkan 43.481 personel gabungan, termasuk unsur BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan relawan,” ujarnya, pada Rapat Koordinasi Pemerintah dengan Perusahaan Pemegang HGU dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla Tahun 2026 melalui Zoom Meeting dari Aula A Kantor Bupati setempat, Senin (07/09/2026).

Untuk Kalimantan Tengah, jeĺas dia, sebanyak 4.686 personel disiapkan dalam mendukung penanggulangan Karhutla.

Dukungan tersebut, sebut dia, diperkuat dengan berbagai peralatan pemadaman dan perlengkapan operasional sesuai kebutuhan serta kondisi di lapangan.

Bupati Heriyus menegaskan, keberhasilan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, khususnya perusahaan pemegang HGU yang memiliki wilayah kerja cukup luas.

“Kami minta perusahaan HGU aktif melakukan pencegahan, mulai patroli, memastikan kesiapan armada pemadaman,” tegasnya.

Pemkab Mura melalui BPBD dan Perangkat Daerah terkait, terang dia, terus memetakan wilayah rawan Karhutla.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pemerintah kecamatan juga didorong meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kita harus bergerak bersama sejak dini. Karhutla bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Rakor dilaksanakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia tersebut turut diikuti Sekda Mura Sarwo Mintaro, Asisten I Rahmat K Tambunan, Asisten II K Zen Wahyu serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait.(ari/diskominfoSP mura).