Gubernur Sebut ERB 2026 di Kalsel Membawa Tiga Misi Utama

Gubernur Sebut ERB 2026 di Kalsel Membawa Tiga Misi Utama
BANJARMASIN-Gubernur Kalsel H Muhidin, Asisten Gubernur BI Anwar Bashori, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalsel Haris Munandar, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra serta unsur Forkopimda Kalsel menghadiri ERB 2026, Rabu (10/06/2026).(foto:humas bi kalsel)

BANJARMASIN, Inovasipublik.com-
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin menyebutkan, pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Kalsel membawa tiga misi utama.

Pertama, kata dia, layanan kas keliling untuk memastikan uang Rupiah layak edar terdistribusi kepada masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T).

Kedua, jelas dia, mencerdaskan anak bangsa di wilayah 3T melalui edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, perluasan QRIS, perlindungan konsumen, perpustakaan keliling bersama Bank Indonesia serta open ship Kapal Republik Indonesia (KRI) bersama TNI Angkatan Laut.

Dan ketiga, jelas dia, pelayanan kesehatan gratis bagi warga di kepulauan.

Gubernur Muhidin juga menyampaikan apresiasi kepada BI dan TNI Angkatan Laut atas kolaborasi sangat baik dalam pelaksanaan ERB 2026 di Kalsel.

Sejak tahun 2012, ungkap dia, ERB telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan kas keliling.

“Tahun 2025 mencatat capaian 18 kegiatan ERB, menjangkau 91 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar,” terang H Muhidin, pada acara Pelaksanaan ERB 2026 sekaligus pelepasan KRI Hiu-634 di wilayah Kalsel, Rabu (10/06/2026).

Ke depan, sambung dia, BI akan terus memperluas jangkauan pelayanan kas dan memperkuat literasi masyarakat tentang Rupiah melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut dia mengemukakan, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan merawat Rupiah juga akan terus dilakukan.

“Ini semua menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Maju, dari kota hingga ke seluruh pelosok negeri,” demikian tutupnya.

ERB 2026 diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga kedaulatan NKRI melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah 3T.

Secara nasional, pelaksanaan ERB 2026 akan menjangkau 115 pulau di 19 provinsi, khusus wilayah Kalsel pelaksanaan ERB akan menyasar lima pulau yakni, Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian dan Laut Timur berlangsung pada tanggal 09 sampai 15 Juni 2026.

BI sendiri hingga saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pengedaran Rupiah diantaranya, kondisi geografis Indonesia terdiri atas ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur menyebabkan belum semua wilayah dapat dijangkau secara optimal, khususnya di wilayah 3T.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi uang Rupiah layak edar baik melalui jaringan Kantor Wilayah BI maupun perbankan.

Guna mengatasi tantangan tersebut, BI terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut.

Langkah itu memberikan dampak positif dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI: TNI AL menjaga kedaulatan dari sisi pertahanan dan militer, Bank Indonesia memastikan kedaulatan ekonomi dan kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara.

Acara tersebut dihadiri Asisten Gubernur BI Anwar Bashori, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalsel Haris Munandar, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra serta unsur Forkopimda Kalsel.(ari/rilis)